Video part 2:

Nonton & Unduh Cerita Porno – Di setiap kali aku pulang kampung untuk menemui

Cerita Porno –  Di setiap kali aku pulang kampung untuk menemui

 

“eh, Dek Doni…sini masuk” kata Mbak Reni yang hanya terlihat kepalanya di balik pintu rumah
“oh iya, kulonuwun yo mbak” sahutku, lalu aku pun masuk ke ruang tamu. Saat ku masuk aku sempat mencuri pandang kepada Mbak Reni yang saat itu menggunakan bebidoll (pakaian tidur) yang sangat tertutup maksudku dengan atasan kaos dan celana panjang, warnanya pink cukup sopan
“duduk dek, nah gitu maen kesini “ katanya
“hehhe,,,iya mbak, loh mas agus kemana ?” tanyaku
“biasa dek masuk kerja kan lagi ada proyek bikin jalan di secang” tambahnya
“hla pakdhe ?’ tanyaku lagi
“biasa lagi di mushola” jawabnya
“wah ditinggal terus ya mbak?” sahutku
“ya begitulah” katanya lagi
Kemudian tak lama budhe datang dari arah ruang tengah sambil membetulkan ikatan rambut yang dipakainya, aku mengira budhe habis shalat.
Cerita Porno | Di setiap kali aku pulang kampung untuk menemui sodara maupun ibu angkat ku di Mgl aku selalu mampir kerumah pakdhe Jiman untuk bersilaturahmi. Seperti biasa aku memilih waktu mampir ke tempat pakdhe pasti setiap habis maghrib sekitar pukul 18:30 dimana dirumah pakdhe hanya ada Mbak Reni dan budhe saja, karena suami Mbak Reni masih beraktifitas maklum kerja mas Agus sebagai pembuat jalan raya dan pulangnya larut malam sedangkan pakdhe masih berada di mushola hingga jam 21:00.

((Thok..thok…)) “Assalamualaikum” kataku di depan pintu pakdhe
“Wa’alaikumsalam” jawab seseorang di balik pintu itu, aku yakin yang menjawab salam itu adalah Mbak Reni, sedetik kemudian pintu pun terbuka
“eh Dek Doni, sama siapa kesini?” tanya budhe sambil menghempaskan pantatnya ke sofa hijau
“sendiri budhe” jawabku singkat
Kami bertiga akhirnya larut dalam suasana hangat karena ngobrol dan saling berbagi cerita, tapi mataku tak henti-hentinya menatap Mbak Reni yang memang malam itu terlihat cantik.
“eh lupa bikin teh ni Dek Doni, bentar budhe tak bikin teh dulu. Keasyikan ngobrol jadi lupa” katanya
“wah gak usah repot2 budhe cman bentar kok” kataku
Tanpa basa basi budhe pun pergi ke dapur untuk membuatkan aku segelas teh panas, saat budhe telah beranjak pergi perasaan hatiku jadi gak karuan, tatkala melihat Mbak Reni mulai merubah posisi duduknya yang tadinya sopan dengan kaki rapat kini kakinya diangkat ke sofa hingga mirip orang ngangkang tapi dengan posisi duduk, alasannya menghindari nyamuk. Aku hanya menelan ludahku melihat pemandangan seperti itu.
Dalam posisi duduk seperti itu dia melipat celana ke bagian atas hingga sampai di dengkulnya dan menggaruk karena gigitan serangga, aku mengagumi kemulusan kulitnya meski jarak kami hanya 1,5 meter saja. Mataku menatap tajam di bagian area wanitanya dan membayangkan bagaimana nikmatnya area itu tapi segera lamunan ku buyar karena budhe datang sambil membawakan aku segelas teh panas dan meletakannya di meja tapi setelah itu budhe tak melanjutkan duduk lagi tapi dia minta ijin untuk menunaikan shalat isya
Entah dari mana awal mulanya Mbak Reni kini membuat kaos yang dipakainya menjadi sangat seksi dimana belahan dada Mbak Reni kini terlihat oleh ku. Mataku tak mau tinggal diam segera saja aku menatap belahan dada Mbak Reni yang aku kira masih padat dan kenyal. Pembicaraan kami pun mulai kearah yang erotis dari posisi bercinta hingga durasi bercinta, sialnya adik kecilku bangun dan ingin mencari sarang yang ditinggal penghuninya
“aduh perihhhh” kata Mbak Reni
“kenapa mbak” kataku panik
“kulitku, tercakar kukuku sendiri nih dek” rintihnya manja
“mungkin mbak garuknya kekerasan” sahutku…“sini ku lihat mbak” lanjutku
“aduhhhh” rintihnya lagi
Akupun melangkahkan kaki untuk berpindah duduk di dekat Mbak Reni, tapi karena tergesa-gesa aku tersandung karpet di ruang tamu dan terhuyung-huyung jatuh tepat di depan Mbak Reni yang posisi duduknya seperti yang aku ceritakan tadi. Adik kecilku yang sedari tegang oleh pembicaraan dan seringnya mataku melihat belahan dada Mbak Reni kini menempel tepat di area milik Mbak Reni, bibirku pun tak sengaja mencium kening Mbak Reni.

Baca juga koleksi cerita porno 2016 lainnya: Benih untuk mantanku
Saat itu jantung dan nafasku tak karuan, mungkin yang dirasakan Mbak Reni pun sama tapi entah dorongan nafsu atau bisikan setan yang jelas aku memberanikan diri untuk mencium pipinya dengan posisi seperti itu dimana tanganku ku jadikan tumpuan untuk menahan berat badanku. Mbak Reni kulihat memejamkan mata seolah menikmati ciumanku, aku melanjutkan mencium pipi yang sebelah kiri hingga akhirnya aku pun mencium bibir Mbak Reni.

(mmmmhhccppz) begitulah kira kira bunyi bibirku dan bibirnya saling beradu. Aku mencoba mengajaknya french kiss dan dia pun membalasnya, bibir kami saling mengulum satu sama lain dan tak pikir lama aku juga mengesek-gesekan adik kecilku yang masih menempel di daerah miss v nya. Mungkin hal itu berlangsung 3 menit
Aku merubah posisi ku agar nyaman, kini aku bersimpuh sambil terus melakukan kuluman di bibirnya. Tanganku yang tadinya menjadi tumpuan kini sudah leluasa untuk meraba tubuh Mbak Reni, tanganku aktif meremas bagian dada yang kenyal itu dengan masih terus saling mengulum bibir. Karena nafasku yang terasa habis aku menyudahi ciuman itu.

“maaf mbak kalo aku jatuh trus mencium mbak” kataku sambil terengah engah
“ah sengaja ya Dek Doni” sahutnya genit
Tanpa di komando kami melanjutkan aksi panas kami, kembali aku mencium bibirnya tapi tak ku kulum kerana aku ingin mencium bagian tubuh Mbak Reni yang lain. Dia sengaja passrah dan tetap tak mengubah posisi duduknya. Ciuman ku menyusuri lehernya sekarang di sana aku mulai menjulurkan lidah ku di leher Mbak Reni yang jenjang
“mmmhhh,,,ahhh” desah Mbak Reni
Tanganku juga masih meremas remass mesra ke dada Mbak Reni yang kemudian menyusup masuk mencari buah dadanya melalui bagian bawah kausnya, tanganku pun telah sampe ke bagian buah dadanya yang masi terbalut bh. Mbak Reni pun tak tinggal diam dia melakukan rabaan pada punggungkku kadang juga menjambak rambutku. Sejurus kemudian Mbak Reni agak mengankat kaos bebidoll nya keatas dan terlihatlah sepasang buah dada yang tertutup bh.

“Dek Doni mo nenen?” katanya
“mana mbak ren, aku pngen ngrasain” jawabku cepat
Dengan tangan kanannya dia menyelipkan ke buah dada sebelah kiri dan diangkatnya sehingga terlihat oleh ku sebuah puting coklat yang mengkilap, aku langsung melahap puting itu ku jilat, kukulum , bahkah aku giggit dan akhirnya aku kenyot, ada rasa manis asam yang kukecap di lidah ku dan ternyata rasa itu timbul karena asi dari buah dada Mbak Reni karena Mbak Reni memang masi menyusui anaknya. Aku terus melakukan itu mbak Reni menarik bh yang sebelahnya kini kedua buah dada itu terlihat aku menafsir ukuran ya 34 b
“dek don, sebelahnya juga dong biar adil” katanya sambil mencium ubun-ubunku.

“emhhhh,,,slllrrpp,,,iiyya,,,ssllrppzz,,,mbakkk” kataku dengan masih menyedot puting susunya.

Secara bergantian aku menikmati buah dada Mbak Reni, dia mendesah lirih dan selalu menengadah keatas mungkin karena terangsang hebat. Adik ku berontak di dalam sempak tanganku memeluk pinggang Mbak Reni dan mencoba masuk di celananya di bagian pantat nya dan berhasil karena bahan celana yang tidak terlalu ketat alias kolor, di sana kedua tanganku merasakan kehangatan dari pantat Mbak Reni dan meraskan ada celana dalam, aku melanjutkan aksi tangan ku aku mencoba masuk di celan dalamnya dan sukses lalu kuremas ke dua pantat Mbak Reni.

Tubuh Mbak Reni terhentak dan dia menurunkan kedua kakinya kelantai yang kemudian menjepit pinggangku dengan tangannya menjambak rambutku. Ingin aku menanggalkan pakaian Mbak Reni bagian atas tapi kerena situasi dan kondisi yang tak layak akupun tak melanjutkan niat ku itu, setelah puas mengulum puting aku kembali mencium bibir Mbak Reni.

“mmmccchhhppz” “mbak aku boleh nggak jilat memek mbak” kataku yang sudah terangsang berat
“eh Dek Doni, jangan ah, bahaya ada ibu(budhe) blum lagi abis ini bapak (pakdhe) pulang” katanya
“oh iya deh, tapi kapan? Jujur mbak aku sudah terangsang” sahutku
“sama Dek Doni. Mbak juga sabar ya” katanya genit sambil mencubit pipiku
Aku yang merasa kecewa lalu mencabut kedua tangan ku yang beradda di pantat Mbak Reni dan menurunkan kaos Mbak Reni tanpa membetulkan bhnya lalu kembali duduk dengan wajah bete aku menatap Mbak Reni yang membetulkan posisi bh nya sambil menjulurkan lidah padaku dan mengedipkan mata sebelah kirinya. Kemudian budhe datang. Entah beliau tau atau tidak yang jelas aku gugup.

“ loh kok ndak diminum tehnya” kata budhe
“oh iya lupa, keenakan liat tv budhe” kataku beralibi, memang saat itu tv dirumah budhe sedang menyala jadi aku bisa beralasan dan Mbak Reni pun menambahi agar meyakinkan budhe
“iya buk film nya bagus” tambahnya
“Dek Doni nggak sholat isya dulu” kata budhe
“ oh iya budhe” jawab ku singkat, aku menghela nafas dan meminum teh yang telah dingin tadi kemudian berdiri dan menuju kamar mandi
“permisi budhe mo kemar mandi” kataku sambil membungku karena melewati budhe yang sedang duduk
“oh ya, sudah tau kamar mandinya kan?” gurau budhe
“hehehe” aku hanya terkekeh, dan melanjtkan ke kamar mandi
Sesampainya di kamar mandi aku membuka resleting celana dan kaitan celanaku lalu aku tanggalkan lalu ku kaitkan ke gantungan baju di kamar mandi yang remang-remang itu maklum kamar mandi desa jadi penerangannya di hemat, lalu aku bediri dan mengeluarkan adik kecilku untuk kencing. Aku masih merasa terangsang saat itu dan adik ku pun setengah berdiri alias setengah tegang, diasaat ak menyudahi kencingku dan berniat cebok tiba tiba aku di peluk dari belakang.
Aku memalingkan wajah ku untuk mengetahui siaapa orang yang memelukku itu dan ternyata Mbak Reni, tanganku pun meraih tubuh Mbak Reni ke belakang, mataku terpejam untuk menikmati hangatnya tubuh Mbak Reni. Kemudian aku membalikan tubuhku, ku kecup kening Mbak Reni yang ada di depanku itu, Mbak Reni semaikin erat memelukku
“loh mbak kok masuk sini to?” tanyaku
“ssstttt,,,jangan keras keras ntar ibu denger, lagian pintu gak di tutup ya aku masuk” jawabnya
“hihihii,,,aku lupa kebiasaan di rumah sih mbak” sahutku.

Koleksi Cerita Porno 2016 | Mbak Reni melepaskan pelukannya dan berjongkok di bawah lutut ku, aku terkejut dan bertanya mau apa Mbak Reni ini, aku tambah terperanjat ketika Mbak Reni tanpa iji sudah memegang kontol ku dengan tangan tangan kanannya dan mulai mengocok kontol ku secara perlahan aku melihat daun pintu kamar mandi ternyata sudah ditutp dan di kunci
“mbak budhe gimana?” tanyaku disela menikmati kocokan Mbak Reni
“budhe ngelonin gea (anak Mbak Reni)” katanya
“oh gitu,,, ahhhhh,,,ooohhhh” jawabku dan desahku

Incoming search terms:

  • cerita bokep saat aku plng kmpng
  • cerita bokep saat aku pulang kampung
  • cerita mesum saat pulang kampung
  • cerita seks pulang kampung
  • cerita seks pulkam
Download Cerita Porno – Di setiap kali aku pulang kampung untuk menemui ↓ ↓ ↓

loading...
You are watching porn video indonesia Cerita Porno – Di setiap kali aku pulang kampung untuk menemui

Categories:

Cerita Dewasa

Keyword Google:

, ,