Sever 1: Download Bekep cerita xxx Bila kamu berhasil, aku akan menambahkan uang sebagai imbalannya MP4 3GP


If you can not play video Bekep cerita xxx Bila kamu berhasil, aku akan menambahkan uang sebagai imbalannya, please click here to playerfrom SERVER 2 to watch and download Bekep cerita xxx Bila kamu berhasil, aku akan menambahkan uang sebagai imbalannya 3gp mp4. View more fake photo idols and bokep video jav 3gp mp4 or Bokep video HOT.
Click FULL HD uncensored ↓ ↓ ↓

Video part 2:

Nonton & Unduh Bekep cerita xxx Bila kamu berhasil, aku akan menambahkan uang sebagai imbalannya

Bekep cerita xxx Bila kamu berhasil, aku akan menambahkan uang sebagai imbalannya

“Aku ingin melihat kemampuanmu bertarung dan aku mau kamu melawan mereka berdua. Bila kamu berhasil, aku akan menambahkan uang sebagai imbalannya” tantang Nyonya Arini.

“Maaf, aku tidak mau. Bela diri bukan untuk dipamerkan, melainkan untuk menjaga diri” tolak Nanang dan Bu Nining pun langsung menjewer telinga Nanang.

“Dasar bodoh, kamu harus menerima tawaran itu. Ingat, uang itu bisa untuk memperbaiki rumah kita” kata Bu Nining.

Cerita Dewasa Terbaru 2017 | Dan sekali lagi Nanang pun harus mengalah demi permintaan sang Ibu. Nanang menerima tawaran tersebut dan Nyonya Arini mengajak mereka menuju halaman belakang rumahnya. Di halaman belakang rumahnya akan menjadi arena pertarungan antara Nanang dan kedua pengawal terhebatnya.

Nanang sama sekali tidak takut dengan mereka berdua. Dia ingat akan pesan Ayahnya yang mengatakan kalau bentuk tubuh bukan menjadi alasan untuk ditakuti. Kedua pengawal itu langsung memasang kuda – kuda untuk menyerang, sementara Nanang hanya berdiri tegak karena ia tidak ingin langsung menyerang keduanya.


Lalu pengawal Nyonya Arini yang berambut cepak langsung melayangkan sebuah pukulan keras dan mengarah ke perut Nanang. Dengan cekatan Nanang berhasil menghindarinya. Nanang berhasil membaca gerakan pukulan itu dengan sangat cepat. Yang ia butuhkan hanyalah ketenangan karena ia tahu itulah cara untuk mengalahkan kedua pria berbadan besar itu. Lalu si pengawal berkepala botak ikut melayangkan pukulan keras dan kali ini mengarah tepat menuju wajah Nanang. Nanang hanya tersenyum melihat pukulan itu hanya tinggal beberapa centi saja di depan wajahnya. Namun Nanang berhasil menahan pukulan itu dengan tangan kirinya.

Lalu dengan sekuat tenaga, Nanang membalas pukulan itu dengan memukul bagian perut si pengawal berkepala botak itu. Hanya dengan sekali pukul, Nanang berhasil membuat si pengawal itu tersungkur kesakitan. Ternyata tubuh besar si pengawal tak berarti apa – apa baginya. Melihat temannya tersungkur, si pengawal berkepala cepak pun menyerang Nanang dengan membabi buta. Ia melayangkan pukulan dan tendangan, namun Nanang berhasil menghindar. Dan dengan pukulan yang sama di bagian perut, Nanang berhasil menjatuhkan si pengawal itu. Ia menjerit kesakitan dibagian perut. Nyonya Arini yang menyaksikan hal itu begitu kagum dengan aksi Nanang. Ia pun memberikan tepuk tangan yang luar biasa untuk Nanang karena berhasil mengalahkan dua pengawal terhebatnya. Ibu Nining juga bangga dengan aksi anaknya itu.

“Luar Biasa ! Selama ini aku telah salah melihatmu. Ternyata dirimu cukup berbakat dan akan berguna untuk ku” puji Nyonya Arini dengan bangganya.

Nanang memilih bersikap rendah hati ketimbang besar kepala. Bagaimanapun juga ia harus tetap waspada karena bisa saja Nyonya Arini sedang mempermainkannya. Sesuai dengan janjinya, Nyonya Arini memberikan uang tambahan kepada Bu Nining. Bu Nining terlihat gembira sekali karena ia bisa mendapatkan uang yang sangat banyak. Ia lantas menghampiri Nanang dan memeluknya. Ia bangga sekali dengan keahlian Nanang yang bisa membuat kehidupan mereka lebih baik lagi.

“Kamu bisa bekerja mulai besok. Aku tunggu jam 8 pagi dan jangan sampai terlambat” kata Nyonya Arini.

Lalu Nanang dan Bu Nining kembali ke rumah mereka. Sepanjang perjalanan Bu Nining tidak bisa berhenti memperhatikan banyaknya uang yang saat ini sedang digenggamnya.

Ia mulai berkhayal banyak hal dengan uang itu. Ia ingin sekali memperbaiki rumahnya dan membeli sebidang sawah serta membeli beberapa alat elektronik yang selama ini belum ia miliki. Nanang juga sedikit lega karena kali ini Nyonya Arini tidak mempermainkannya dan juga Ibunya. Kemudian Pak Eman melintas dengan sepeda motornya. Ia menghentikan motornya dan menyapa mereka berdua.

“Hei, Ning, kamu tidak lupa dengan acara nanti malam, kan ???” kata Pak Eman sambil mengerlingkan matanya kepada Bu Nining. Pak Eman memberikan sebuah kode rahasia kepada Bu Nining.

“Oh, iya, aku lupa dengan undangan itu. Kalau gitu kita pergi sekarang saja, mumpung belum terlalu malam” ucap Bu Nining dengan ikut mengerlingkan matanya kepada Pak Eman. Sebenarnya Pak Eman ingin mengajak Bu Nining ke rumahnya. Apalagi kalau bukan untuk menuntaskan nafsu syahwat mereka yang tidak akan pernah ada habisnya.

“Emang Ibu mau kemana ???” tanya Nanang pura – pura tidak tahu. Ia sudah tahu kalau keduanya ingin melakukan sesuatu dari gelagat aneh yang mereka tunjukkan.

“Kemarin si Yuyun ngundang syukuran di rumahnya. Hampir saja Ibu lupa” jawab Bu Nining berbohong. Nanang tersenyum di dalam hatinya. Ia tidak menyangka kalau Ibunya akan berani berbohong kepadanya.
cerita bokep xxx
“Kalau gitu aku boleh ikut kan ???” tanya Nanang sambil merengek.

“Jangan ikut. Kamu kan besok harus kerja di tempat Nyonya Arini. Lebih baik kamu istirahat saja” kata Bu Nining mencoba menahan keinginan Nanang.

“Baiklah kalau gitu. Hati – hati ya, Bu” kata Nanang.

Lalu Bu Nining naik ke atas sepeda motor Pak Eman. Ia merangkul mesra pinggang Pak Eman. Lalu keduanya pun langsung pergi meninggalkan Nanang seorang diri di tengah jalan.

Tentu saja Nanang memilih untuk mengikuti mereka daripada pulang ke rumah. Kini ia sudah tergiur untuk terus mengintip pergumulan Ibunya dan Pak Eman. Dengan santainyaia menuju rumah Pak Eman yang tidak jauh dari tempatnya berada saat itu. Dan benar saja, sepeda motor Pak Eman terparkir di depan pintu rumahnya. Nanang melihat jendela kamar Pak Eman terbuka lebar dan terang benderang. Pasti keduanya berada di kamar Pak Eman saat ini.

Ia pun berjalan perlahan menuju rumah Pak Eman. Ia melihat sandal Ibunya tergeletak di teras rumah Pak Eman. Ia mendengar suara Pak Eman dan Ibunya di kamar itu. Ia membungkukkan sedikit tubuhnya agar tidak terlihat.

Lalu ia angkat sedikit kepalanya dan melihat ke dalam kamar itu. Ia melihat Pak Eman dan Ibunya sedang berbaring mesra di atas kasur Pak Eman. Ia sedikit kaget ketika melihat Ibunya sedang mengisap sebatang rokok bersama Pak Eman. Ia tidak habis pikir dengan Ibunya yang selama ini ia kenal berkelakuan baik, ternyata sudah berubah menjadi wanita yang nakal.

“Gimana ??? Si Nanang diterima kerja, kan ???” tanya Pak Eman sambil mengisap rokoknya.

“Tentu saja diterima. Bahkan Nyonya Arini sangat terkesan dengan Nanang. Aku saja sampai dikasih duit sebanyak ini” kata Bu Nining sambil menunjukkan uang yang ia dapat dari Nyonya Arini.

“Wah, banyak sekali uangmu. Kamu bisa membeli apapun dengan uang sebanyak itu” kata Pak Eman yang ikut senang dengan kebahagiaan Bu Nining.

“Pastinya. Ini aku beri sedikit uang yang aku dapat untuk Mas Eman. Hitung – hitung sebagai ucapan terima kasih karena Mas Eman telah membantuku” kata Bu Nining sambil memberikan uang sejumlah lima ratus ribu kepada Pak Eman.

“Tidak usah. Saat ini aku tidak butuh uang” tolak Pak Eman dengan sopan. bokep xxx

“Lalu ??? Apa yang Mas Eman butuhkan saat ini ???” tanya Bu Nining sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Pak Eman.

Lalu Pak Eman mematikan rokoknya dan rokok Bu Nining. Ia mencium bibir Bu Nining dengan penuh nafsu. Keduanya telah memulai malam yang penuh kehangatan. Kali ini Bu Nining yang lebih agresif ketimbang Pak Eman. Dengan tergesa – gesa ia mengeluarkan kontol Pak Eman dari dalam celananya. Pak Eman sangat senang dengan keagresifan Bu Nining. Ia ingin Bu Nining tampil lebih binal lagi. Bu Nining mengocok kontol Pak Emang dengan penuh nafsu. Pak Eman pun tak mau kalah dengan membuka kemeja Bu Nining. Lalu ia mengeluarkan kedua toket Bu Nining dan langsung melahapnya. Kedua manusia paruh baya itu kini sudah tenggelam ke dalam nafsu mereka. Desahan dan erangan mulai terdengar dari mulut mereka.

Pak Eman begitu bernafsu menghisap kedua pentil Bu Nining yang besar itu. Nanang melihat pergumulan itu dengan mata yang tak berkedip. Ia ingin sekali bergabung dengan keduanya. Ia mengeluarkan kontolnya dan mulai mengelusnya sambil terus melihat pemandangan nikmat yang tersaji di depan matanya. Bu Nining dan Pak Eman saling berguling satu sama lain. Terkadang Pak Eman yang berada di atas dan terkadang Bu Nining yang berada di atas. Kemudian Pak Eman menarik kepala Bu Nining untuk melahap kontolnya dengan mulutnya. Dengan senang hati Bu Nining melahap kontol besar Pak Eman.

Ukurannya memang tidak sebanding dengan punya Nanang yang lebih besar. Tapi dengan ukuran segitu, Bu Nining sudah cukup puas. Kepala Bu Nining maju mundur sambil menghisap kontol Pak Eman. Ia peras kontol Pak Eman agar tak kehilangan setetes pun cairan pelumas milik Pak Eman. Wajah Pak Eman terkadang meringis kesakitan karena hisapan yang kuat dari mulut Bu Nining. Sesekali Pak Eman berusaha untuk memasukkan seluruh kontolnya ke dalam mulut Bu Nining hingga Bu Nining terbatuk – batuk dan hampir muntah.

“Jilat memekku Mas” pinta Bu Nining sambil mengangkat roknya. Terlihat Bu Nining mengenakan celana dalam G-String yang diberikan Pak Eman waktu itu.

“Waw…Ini yang aku suka. Celana dalam itu membuatmu semakin seksi sayang” puji Pak Eman dengan mata berbinar melihat pemandangan indah di depannya.

Lalu Pak Eman membuka celana dalam Bu Nining. Ia menggesek memek Bu Nining dengan celana dalam itu. Cairan bening milik Bu Nining menempel di celana dalam itu. Lalu Pak Eman memasukkan celana dalam itu ke dalam mulut Bu Nining. Bu Nining menghisapnya dan menjilatinya dengan penuh nafsu. Ia tidak segan untuk menjilati cairannya sendiri. Kemudian Pak Eman mengambil posisi di antara kaki Bu Nining. Ia menghirup aroma memek Bu Nining yang begitu wangi untuk ukuran orang desa.

Kemudian ia menjulurkan lidahnya dan menjilati bagian klitoris Bu Nining yang menonjol. Tubuh Bu Nining bergetar seketika. Kemudian dengan penuh kenikmatan, Pak Eman menjilati seluruh memek Bu Nining. Cairan beningnya semakin banyak keluar membanjiri lidahnya. Ia memasukkan dua jarinya ke dalam lubang memek Bu Nining. Lalu ia menggerakkannya keluar masuk hingga terdengar suara cipratan air. Bu Nining begitu menikmati sapuan lidah Pak Eman di memeknya.

“Ooohhhh…Makan Memek ku Masss…Aaahhhhh jilat itilkuuu lagiiii…Aaahhhhh” erang Bu Nining.

Pak Eman semakin bersemangat dan dengan sekuat tenaga ia menjilati klitoris Bu Nining sambil menusuku memek Bu Nining dengan cepat. Tiba – tiba Bu Nining merasakan geli yang amat sangat di klitorisnya. Saking gelinya, ia merasakan air kencingnya sudah hampir keluar dari memeknya.

“Berhenti dulu Mas. Aku mau pipis dulu” kata Bu Nining. Pak Eman tidak mempedulikannya dan terus menjilati memek Bu Nining. Bu Nining berusaha sekuat tenaga untuk menahan kencingnya.

“Udahan dulu. Aku sudah tidak tahan nih” kata Bu Nining yang berusaha mendorong kepala Pak Eman menjauh dari memeknya.

“Keluarkan saja, Ning. Aku akan menikmati kencingmu itu” kata Pak Eman dan ia pun semakin buas menjilati memek Bu Nining.

Akhirnya Bu Nining tidak sanggup lagi menahan kencingnya. Ia biarkan air kencingnya mengucur deras dari lubang kencingnya. Pak Eman terlihat senang sekali diguyur wajahnya oleh Air kencing Bu Nining yang berwarna sedikit kekuningan itu. Tanpa rasa jijik sedikitpun, ia biarkan sedikit air kencing Bu Nining masuk ke dalam mulutnya dan menelannya. Rasanya yang pahit tidak menyurutkan niat Pak Eman untuk menelan air kencing itu.

Setelah air kencingnya selesai mengucur, Pak Eman kembali menjilati memek Bu Nining. Pak Eman sudah diselimuti oleh nafsu setan yang membuatnya tidak peduli akan rasa jijik dan kotor.

“Udah dulu jilatnya. Sini aku bersihkan dulu wajahnya” kata Bu Nining.

Bu Nining membersihkan wajah Pak Eman dengan celana dalamnya sendiri hingga kering. Setelah itu giliran Pak Eman yang merasa ingin kencing. Lalu Pak Eman meminta Bu Nining untuk mencicipi sedikit air kencingnya. Bu Nining menolaknya karena itu sangat menjijikkan. Ia bersedia untuk meminum sperma Pak Eman dibanding mencicipi air kencing Pak Eman. Namun Pak Eman tidak menyerah dan terus memaksa Bu Nining. Akhirnya Bu Nining pun mengalah dan bersedia dikencingi oleh Pak Eman.

Nanang yang mendengar hal itu menjadi tidak sabar untuk melihat Ibunya dikencingi oleh Pak Eman. Melihat Ibunya kencing tadi membuat Nanang semakin panas dan ia bersedia untuk dikencingi oleh Ibunya. Bu Nining duduk atas lantai sambil membuka mulutnya lebar – lebar. Pak Eman mengarahkan kontolnya tepat di mulut Bu Nining. Lalu air kencing Pak Eman keluar tanpa hambatan. Air kencingnya tertampung di mulut Bu Nining dan sebagian lagi ia arahkan ke tubuh Bu Nining.

“Ayo telan” perintah Pak Eman.

Bu Nining menelannya secara perlahan dan ia pun memuntahkannya lagi. Rasa pahit itu membuat Bu Nining kesulitan untuk menelannya. Pak Eman hanya tertawa melihat Bu Nining yang terbatuk – batuk.

“Aku tidak mau lagi meminum air kencing” kata Bu Nining.

“Hahaha baiklah. Ayo kita ngentot. Kontolku sudah tidak tahan dijepit oleh memek mu” ajak Pak Eman.

Bu Nining meminta posisi WOT kali ini. Pak Eman memilih untuk berbaring di lantai karena kasurnya sudah terlampau basah oleh air kencing Bu Nining. Bu Eman menjilati kontol Pak Eman sebelum memasukkannya ke dalam lubang kenikmatannya. Bu Nining memasukkannya secara perlahan hingga amblas seluruhnya. Lalu Bu Nining bergerak naik turun dengan tempo sedang. Toketnya ikut bergerak naik turun dan diremas mesra oleh Pak Eman.

“Kenapa memekmu terasa begitu nikmat ???” tanya Pak Eman sambil merasakan genjotan Bu Nining. cerita xxx

“Mungkin karena memekku dientot terus sama Mas Eman makanya terasa nikmat” jawab Bu Nining nakal.

Sementara itu Nanang masih sibuk mengintip dari luar jendela. Ia berkhayal sedang menggantikan posisi Pak Eman. Ia begitu iri dengan Pak Eman yang hampir setiap hari merasakan tubuh Ibunya. Lalu secara tidak sengaja Bu Nining melihat wajah Eman dari luar jendela. Saat itu kepala Eman terlalu ke atas sehingga bisa terlihat jelas dari jendela. Bu Nining sontak kaget dan segera menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Ada apa, Ning ???” tanya Pak Eman yang ikut kaget.

“Aku melihat wajah Nanang dari jendela itu” jawab Bu Nining ketakutan.

“Tidak mungkin. Dia kan sedang beristirahat di rumah” kata Pak Eman.

“Aku yakin itu pasti Nanang. Coba Mas Eman periksa di luar” suruh Bu Nining yang sangat khawatir sekali.

Lalu Pak Eman memeriksa ke luar jendela. Ia tidak melihat apapun kecuali langit malam yang sangat gelap. Sementara Nanang sendiri berhasil bersembunyi dibalik kandang ayam yang letaknya berada tepat di depan jendela kamar Pak Eman. Karena gelap, Pak Eman jadi tidak melihat apapun di luar sana.

“Tidak ada apa – apa, Ning. Mungkin itu hanya halusinasi kamu saja” kata Pak Eman.

“Mudah – mudahan saja, Mas. Aku benar – benar kaget sekali” kata Bu Nining.

“Sudahlah. Ayo kita ngentot lagi. Kontolku masih belum puas nih” kata Pak Eman sambil menunjukan kontolnya yang tegang di depan mata Bu Nining.

Lalu kedua orang itu melanjutkan kembali pergumulan itu. Nanang yang masih sedikit syok memilih untuk pulang ke rumah. Ia juga kaget dan hampir saja ketahuan oleh Ibunya. Padahal bila ketahuan, seharusnya yang malu itu adalah Ibunya, bukan Nanang.

————————————————————-

Pada keesokan harinya, Nanang telah siap memulai hari bekerja di rumah Nyonya Arini. Belum jelas apa sebenarnya tugas yang diberikan oleh Nyonya Arini kepadanya. Yang penting ia hanya perlu bekerja sungguh – sungguh demi menyenangkan hati Nyonya Arini. Ia berpakaian rapi alakadarnya karena ia tidak memiliki pakaian yang bagus. Lalu ia langsung menuju rumah Nyonya Arini sebelum jam 8 pagi. Nyonya Arini sudah menunggu kehadirannya di depan rumahnya.

“Selamat pagi Nyonya Arini” sapa Nanang sambil membungkukkan tubuhnya.

“Pagi. Aku suka kamu datang tepat waktu. Silahkan masuk dulu. Ada beberapa hal yang harus aku sampaikan padamu” kata Nyonya Arini.

Nyonya Arini mempersilahkan Nanang untuk masuk ke dalam rumahnya. Nyonya Arini ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan tugas Nanang dan fasilitas yang akan diberikan untuknya. Yang pertama, Nanang harus selalu siap siaga 24 jam untuk melayani Nyonya Arini dan tidak boleh menolak dengan alasan apapun. Nyonya Arini memberikan Nanang sebuah handphone dan ia tak lupa mengajarkan Nanang cara untuk mengoperasikannya.

Yang kedua, Nanang harus menjalankan dan mengikuti semua perintah Nyonya Arini dan tidak boleh membantah. Yang ketiga, Nanang harus selalu berpakaian rapi bila sedang bekerja. Nyonya Arini memberikannya beberapa pakaian baru karena ia tidak suka melihat penampilan Nanang sekarang ini. Meski sudah rapi, tetap saja kesan jorok dan kumuhnya masih terlihat.

Yang keempat, Nanang akan diberikan sebuah kamar tidur sebagai tempat untuk beristirahat. Nyonya Arini menganjurkan Nanang untuk menetap di rumahnya dan sesekali saja pulang ke rumah. Untuk yang satu ini, Nanang memilih untuk menolak karena ia merasa kasihan dengan Ibunya yang tinggal seorang diri. cerita xxx

Nyonya Arini juga memberikan Nanang sebuah sepeda motor sebagai kendaraan agar Nanang bisa tiba di rumah Nyonya Arini tepat waktu. Kemudian sebagai bagian terakhirnya, Nanang disuruh untuk menandatangani sebuah surat yang berisi semua kesepakatan yang telah diutarakan oleh Nyonya Arini tadi. Bila Nanang melanggarnya, maka Nanang harus mengganti semua fasilitas dan pemberian dari Nyonya Arini. Di kertas tersebut juga tertulis jumlah gaji yang diterima Nanang setiap bulannya. Nanang begitu kaget dengan jumlah uang yang ia terima setiap bulannya. Jumlah itu terlalu banyak baginya. Ia berharap kali ini Nyonya Arini benar – benar jujur dengan apa yang tertulis di kertas tersebut.

“Selamat bekerja” kata Nyonya Arini sambil bersalaman dengan Nanang.

Tugas pertama yang harus dilakukan Nanang adalah belajar mengemudikan mobil. Nyonya Arini ingin Nanang merangkap profesi sebagai pengawal dan supir pribadinya. Ia juga berencana untuk menjadikan Nanang sebagai satu – satunya pengawalnya. Nyonya Arini sendiri sedikit risih dengan banyaknya pengawal yang berada disekitarnya. Nyonya Arini pun memilih untuk memberhentikan beberapa orang yang selama ini menjadi pengikutnya demi menekan anggaran pengeluaran. Setelah belajar mengemudi mobil, Nanang dilatih untuk disiplin dalam bekerja. Nyonya Arini tidak suka dengan orang yang lalai dalam bekerja. Setelah semua itu selesai dilakukan, barulah Nyonya Arini mengajak Nanang untuk melakukan tugas lapangan pertamanya. Nyonya Arini mengajak Nanang pergi ke sebuah rumah yang letaknya cukup terpencil dan berada di pinggiran desa. Maksud kedatangan Nyonya Arini adalah untuk menagih hutang kepada keluarga petani miskin yang tinggal di rumah itu. Sudah tiga bulan lamanya mereka menunggak hutang tersebut. Nyonya Arini memilih untuk pergi berdua saja dengan Nanang. Setibanya di rumah itu, seluruh penghuni rumah tersebut tampak ketakutan melihat kedatangan Nyonya Arini.

“Bayar hutang kalian !” bentak Nyonya Arini.

“Beri kami sedikit waktu lagi Nyonya. Kami belum ada uang” kata si Ibu yang menjadi tulang punggung keluarga di rumah tersebut.

“Kalian pikir aku ini bisa terus bersabar. Cepat bayar atau aku suruh pengawalku ini untuk mengacak – acak rumah kalian” ancam Nyonya Arini.

Lalu si Ibu tersebut memberikan sedikit uang kepada Nyonya Arini. Uang tersebut belumlah cukup untuk bisa membayar hutang mereka. Nyonya Arini menjadi marah besar dan memerintahkan Nanang untuk mengacak – acak rumah keluarga itu dan mengambil barang berharga yang bisa dibawa. Nanang hanya berdiri kaku karena ia tidak ingin melakukannya. Kini ia menyesal telah bekerja di rumah Nyonya Arini. Ia pikir tugasnya hanya sekedar melindungi Nyonya Arini. Ternyata ia harus menjadi seorang eksekutor bagi orang – orang yang tidak membayar hutang kepada Nyonya Arini.

“Kenapa kamu diam saja ??? Cepat masuk ke dalam dan cari barang berharga mereka” bentak Nyonya Arini yang sudah tidak mampu lagi menahan emosinya.

Mau tak mau Nanang pun menjalankan perintah Nyonya Arini. Ia menarik nafas dalam – dalam sebelum masuk ke dalam rumah tersebut. Ia berusaha untuk merubah dirinya menjadi orang jahat.

Lalu dengan langkah berani, Nanang mengobrak – abrik seluruh isi rumah. Ia mencari barang berharga yang bisa dijadikan tebusan untuk membayar hutang. Si Ibu berusaha menahan Nanang untuk tidak melakukan hal itu. Nanang pun berkali – kali meminta maaf kepada si Ibu karena semua ini bukanlah kehendaknya. Dari penggeledahan itu, Nanang berhasil menemukan sebuah kalung emas dan beberapa barang elektronik tua yang bisa dijadikan sebagai alat untuk membayar hutang. Namun Nyonya Arini menganggap semua itu belum cukup.

“Bagaimana kalau kita ambil saja rumah mereka ???” tanya Nyonya Arini kepada Nanang. cerita bokep xxx
Si Ibu pun bersujud di depan Nyonya Arini. Ia menangis sambil memohon agar rumahnya tidak diambil. Ia bersedia melakukan apa saja agar ia tidak kehilangan rumahnya.

Nanang merasa kasihan dengan si Ibu tersebut. Ia tidak bisa berbuat apa – apa karena saat ini ia bagaikan menelan buah simalakama. Nyonya Arini pun memikirkan sebuah cara untuk bisa menyenangkan hatinya.

“Baiklah kalau begitu. Aku punya cara lain agar hutangmu bisa segera lunas” kata Nyonya Arini.

“Apa itu, Nyonya ??? Aku bersedia melakukan apapun” kata si Ibu dengan penuh pengharapan.

“Aku mau kamu ngentot dengan pengawalku itu” kata Nyonya Arini yang membuat si Ibu dan Nanang terkejut.

“Apa tidak ada cara lain Nyonya ???” tanya si Ibu tersebut.

“Aku tidak terima tawar – menawar. Kamu lakukan atau aku ambil rumahmu” kata Nyonya Arini.

Nanang sendiri merasa sedih dengan pekerjaan yang ia lakukan saat ini. Ia merasa kesal dengan kelakuan Nyonya Arini yang seenaknya saja memberikan cara – cara aneh demi melunaskan hutang si Ibu. Kemudian si Ibu pun setuju untuk bercinta dengan Nanang. Nanang sendiri mencoba untuk memohon kepada Nyonya Arini dan ia pun mengancam Nanang karena Nanang terlalu banyak bicara. Ia mengingatkan Nanang soal kontrak yang telah disepakati. Nanang berusaha tegar menjalani semua cobaan yang sedang ia hadapi.

Koleksi Cerita Dewasa Terbaru 2017 | Nyonya Arini meminta keduanya untuk bercinta di luar rumah dan di depan matanya. Si Ibu pun dengan terpaksa melepas kain yang dipakainya. Kemudian sedikit menungging sambil kedua tangannya menopang pada batang pohon. Tiba – tiba saja gairah Nanang muncul setelah melihat pantat si Ibu yang bulat seperti milik Ibunya. Hanya saja bentuk memeknya sudah tidak lagi menarik. Bibir memeknya sudah menggelambir karena sudah melahirkan empat orang anak. Lalu Nanang membuka celananya hingga selutut. Kontol Nanang yang besar, hitam, dan panjang itu terbuka bebas. Si Ibu dan Nyonya Arini langsung terkejut melihat bentuk kontol Nanang yang tidak lazim itu. Si Ibu itu saja terlihat ketakutan melihat ukuran kontol Nanang.

Incoming search terms:

  • cerita seks2s com
  • manga hot seks bersambung
  • jav pronhub
  • heyzo video cerpen
  • Download film jav cerita bersambung
  • cerita seks indonesia
  • cerita seks indon
  • cerita seks bealisty
  • cerita pronhub
  • cerita gif hot
Download Bekep cerita xxx Bila kamu berhasil, aku akan menambahkan uang sebagai imbalannya ↓ ↓ ↓

loading...
You are watching porn video indonesia Bekep cerita xxx Bila kamu berhasil, aku akan menambahkan uang sebagai imbalannya

Categories:

Cerita Dewasa

Keyword Google:

,